Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Oleh : Lambertus Pramudya Wardhana
CGP Angkatan 4 Kabupaten Magelang
Peristiwa (Facts)
Banyak hal berubah sejak adanya pandemi covid’19 antara lain tatanan baik, pola belajar, sikap, dan semangat siswa, aktivitas belajar menurun, siswa terlalu sibuk dengan bermain Handphone, dan bermain dengan teman-temannya. Hal ini juga tidak lepas dari control keluarga, sehingga keluarga juga memiliki andil dalam proses pembelajaran siswa. Hal diatas merupakan dilema etika, oleh sebab itu sekolah harus memiliki pilihan apakah mau bangkit dari sekarang tanpa menunggu hilangnya virus covid’19 dari bumi maupun menunggu semuanya normal. Paradigma yang terjadi pada kasus ini adalah jangka pendek melawan jangka panjang
Sekolah kami sudah menggunakan LMS sehingga siswa sudah terbiasa dengan gadget dan penugasan menggunakan smart phone, jika mau langsung dilarang ternyata akan membuat kemunduran dari pencapaian pembelajaran memanfaatkan teknologi yang sudah dirintis selama ini. Berdiskusi terkait dengan suatu permasalahan merupakan hal yang selalu dilakukan di sekolah saya, keputusan yang diambil atau dihasilkan pun merupakan keputusan berdasarkan hasil musyawarah dengan mempertimbangkan kepentingan bersama dan manfaat bagi banyak orang terutama kepentingan siswa.
Alasan Melakukan Aksi
Banyaknya permasalahan yang muncul saat pembelajaran jarak jauh, dan permasalahan tersebut sering terbawa pada saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, permasalahan yang ada terkait dengan motivasi belajar siswa, dan pemanfaatan gadget yang kadang tidak sesuai dengan porsinya. Siswa menyalahgunakan kesempatan untuk membawa HP maka untuk sementara sekolah memiliki program memperbaiki sikap dan memberikan pengertian kepada siswa bahwa penggunaan HP harus secara bertanggung jawab.
Dalam modul 3.1 ini saya mempelajari Dilema etika dan Bujukan Moral, yang nantinya diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengambil sebuah keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
Sebagai seorang Pendidik seringkali dihadapkan dengan kondisi harus memilih antara dua pilihan yang berat dan menantang. Guru Sebagai pemimpin pembelajaran diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat namun tidak memihak pada salah satu pihak yang terlibat pada suatu masalah yang sedang dihadapi.
Kami memanfaatkan kegiatan pramuka untuk menyalurkan energi anak sekaligus menanamkan nilai-nilai baik, paling tidak membuat anak untuk sementara tidak tergantung dengan gadgetnya.
Hasil Aksi Nyata yang dilakukan
Setelah saya mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan dalam PGP dan melakukan sosialisasi, Ilmu yang saya bagikan kepada para guru diharapkan dapat dirasakan manfaat yang begitu besar. Materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan guru sebagai pemimpin Pembelajaran dan pengambil keputusan.
Langkah-langkah yang telah saya lakukan untuk mengambil keputusan adalah mulai mempraktikkan bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat dengan meminta guru untuk dapat melakukan langkah awal yaitu identifikasi masalah agar bisa diketahui bahwa kasus yang dihadapai adalah dilema etika atau bujukan moral. Setelah teridentifikasi, maka guru dapat menentukan paradigma yang akan digunakan, selain itu guru juga akan menentukan prinsip mana yang digunakan dalam pengambilan keputusan, apakah berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli, dan juga akan melakukan 9 langkah pengambilan keputusan.
Perasaan ( Feeling )
Saya merasa bersyukur, bangga, dan termotivasi dalam melaksanakan program dari materi aksi nyata Modul 3.1, materi aksi nyata tersebut diharapkan dapat menjadi solusi terbaik semua program di sekolah maupun komunitas pendidikan dalam menjalankan program kerja yang terkendala permasalahan baik masalah intern maupun ekstern melalui penerapan materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dari Modul ini.
Pembelajaran ( Finding )
Pembelajaran Pramuka dapat membentuk kepribadian anak, anak memang membutuhkan menggunakan HP namun harus dibekali rasa tanggung jawab agar tidak disalahgunakan.
Melalui diskusi, kolaborasi dan saling menghargai antar warga sekolah, saya dapat mengobservasi, mengevaluasi, dan mengetahui kendala, keadaan yang dihadapi warga sekolah, terutama guru, siswa, dan orangtua sehingga saya berkolaborasi dengan kesiswaan, dan kurikulum untuk dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan merdeka belajar bagi guru maupun siswa.
Pembelajaran yang didapatkan dalam materi ini bahwa pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan solusi yang tepat.
Penerapan kedepan ( Future )
Kegiatan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter siswa serta kegiatan diskusi ini akan kami lakukan secara rutin sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah sehingga sekolah mempunyai nilai plus dalam pembinaan mental spiritual bagi guru dan siswa sesuai profil pelajar Pancasila yang kita harapkan. Sebagai seorang guru kita harus cermat melihat keadaan komunitas sekolah beserta warga sekolah apapun permasalahan sehingga semua kendala yang dihadapi dapat terselesaikan dengan cepat, tepat, efisien, menemukan solusi terbaik khususnya yang berpihak pada murid.
0 komentar:
Posting Komentar